Monday, April 21, 2008

tidak ada salahnya mengenang masa lalu


Pegawai kantoran di tengah kesibukan jam-jam kerja, deadline yang menumpuk dan pekerjaan yang tak kunjung selesai. Membuat dia (laki-laki) semakin tertekan, suara grundelan-grundelan yang tenggelam karena hentakan keyboard computer. Detakan jam dinding yang setiap detiknya bergeser. Keresahan hatinya menginginkan jam tersebut berhenti. Teng..teng..teng jam berdentang menunjukkan jam 11 siang, deadline jam 1 siang pun membuat dia semakin stress. Pekerjaan tersebut terselesaikan baru 20%.


Argh………………….


Teriakannya memecah keheningan kantor, dibarengi semburan dokumen pekerjaan menghambur keatas. Dilepaskannya semua beban di otaknya serasa tak mau lagi menampung beban pekerjaan. Diambilnya sebungkus kue ringan dilaci mejanya, disobeknya bungkusan tersebut dan dijumputnya sepotong kue kecil ditangannya.

Dengan tampang pasrahnya menghadap kue tersebut, memperlihatkan seolah-olah kue tersebut memahami tekanan yang dihadapinya seharian. Digigit kue itu secuil, rasa yang luar biasa menyeruak ke seluruh tubuhnya. Semakin dalam dia merasakannya, semakin teringat pula dia dengan rasa yang pernah dia rasakan pada saat dia kecil. Sebuah adegan yang pernah dialaminya, pada saat berumur 7 tahun berkejar-kejaran bersama sang ayah dikebun rumah. Rumah kecil yang tidak terlalu mewah, tapi mencerminkan keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Suara lembut memanggil mereka masuk, dan berkumpul bersama di ruang keluarga. Ditemani secangkir teh dan hidangan kue yang telah lama dikonsumsi keluarga tersebut.

Kenangan indah hadir di setiap gigitannya.

No comments: