Share it

Tuesday, March 11, 2014

waktu yang terlewatkan tanpa menulis...


Terinspirasi dari http://onnywiranda.com/ yang menulis tentang berkarya atau mati, sebuah tulisan yang tiba-tiba ngerasa jadi tersindir sendiri “waktu luang tanpa berkarya adalah maut/mati”...


Jadi berpikir kembali apa sih yang sudah terlewatkan selama 3 tahun lebih belakangan ini, mungkin saya sudah tidak sesantai dulu mungkin saya sudah tidak sepeka dulu mungkin otak kreatif saya sudah hilang entah kemana. 
Aktifitas demi aktifitas telah menguras otak yang tanpa sengaja memaksa saya untuk tidak berpikir kreatif dan idealis, bahkan untuk menuangkan satu-dua tulisan pun tidak. Yah... itu mungkin sekedar alasan yang dibuat-buat untuk menghalalkan bahwa saya sudah tidak pernah menulis lagi.

Aktifitas menulis telah berganti dengan aktifitas memaki mengeluh dan terus mengeluh di twitter dan social media lainnya. Instagram juga telah membuat saya "selingkuh" dari aktifitas menulis,  kegiatan berinstagram membuat saya jadi mengenal banyak orang baru mengenal peluang-peluang baru yang dulu tidak pernah saya dapatkan. Instagram cukup merubah hidup saya beberapa tahun terakhir, tapi pertanyaannya apakah Instagram akan bertahan untuk waktu yang lama apakah lebih kekal dibandingkan menulis.

Jadi ingat obrolan bersama onny wiranda salah satu panutan saya sekaligus mentor, yang mengajari saya menulis. Banyak tulisan-tulisan ini dan gaya bertutur yang terinspirasi dari dia.
Kita pernah mengobrol tentang, "ide hebat itu akan hilang begitu saja tanpa dituliskan..." yah dia pernah bilang bahwa dengan menulis, kita akan lebih rapih (terstruktur) dalam bertutur kata dan menyampikan ide kita ke public sehingga orang lain akan menangkap apa yang kita mau.

Dengan menulis kita bisa melihat apa yang berusaha kita sampaikan ke public terkesan lebih nyata dan long lasting, daripada sekedar nge-tweet caci maki dan obrolan2 ga jelas yang akan lewat begitu saja termakan dengan timeline. Susah juga untuk mencarinya kembali disaat kita membutuhkan inspirasi, mulailah menuliskan kembali apa yang ada di pikiranmu. Pendewasaan kita pun juga bisa terlihat dari hasil tulisan-tulisan ini, bagaimana otak kita berkerja dengan seluruh indera dan merangkumnya sebagai tulisan.

Tulisan ini hanya sebagian kecil dari ego saya yang tersebar di social media, tulisan ini mungkin hanya sebagian dari otak kreatif saya yang sudah lama padam dan membutuhkan pelumas yang banyak untuk memaksanya bekerja.

terima kasih onny wiranda buat sentilannya... 




Sunday, January 2, 2011

Mainan itu berjudul Instagram

Hampir seminggu ini, anak-anak kantor keranjingan ama instagram. Potret sana sini, berusaha saling eksis dengan memamerkan hasil karya terbaik mereka.
Apa sih instagram itu? kalau menurut saya sih sama kaya flckr, tumbler dan apapun itu yang bisa sharing foto-foto. Dan ada aplikais tambahan yang bisa nge-like foto dan comment, sekilas instagr.am tidak beda dengan twitter yang dikenal dengan microblogging kalau ini lebih share foto layaknya flckr.


Apa sih yang membuat instagram itu menjadi hip? mungkin karena instragram memasukkan filter2 khusus, yang mampu menampilkan gambar kaya kamera lomo tanpa perlu edit yang heavy di photosop.
Biasanya para pengguna aplikasi instagram, menggunakan aplikasi tambahan untuk mendapatkan gambar2 yang lebih keren yaitu hipstamatic ama action 16.


Sayangnya aplikasi tersebut, hanya bisa dijalankan via iPhone saja. Jadi maaf untuk kali ini pemilik blackberry hanya bisa menjadi penikmat tanpa incharge didalamnya.
Per Desember kemaren ternyata pengguna instagram mencapai satu juta account, dalam kurun waktu 10minggu.
Dan ini sekilas hasil karya saya via instagram.

selamat menikmati dan berkarya, oya follow saya di instagram dengan account aryanadia.

Thursday, December 16, 2010

Mengantarkan Kebahagiaan.

Kemaren pas datang acara seminar Digital Strategy yang berlangsung di Ritz Carlton. Ada salah satu Video yang diputar mengenai Vending Machine Coca Cola yang mengeluarkan banyak botol. Karena keluar banyak botol maka dia membagikannya pada teman-temannya, jadi inget global campaign coca cola yang konsisten berbicara tentang kebahagiaan dan kegembiaraan. Akhirnya mau ga mau browsing mengenai global campaign coca cola yang mengangkat tentang live positively.

Ini videonya aku embed coca cola happiness vending machine.



satu lagi iklan coca cola yang yang bisa aja bikin meleleh, yaitu iklan coca-cola versi truck merah dan mengantarkan botol coca-cola ke toko ditutup dengan kata "ayahku mengantarkan kegembiraan."

Monday, November 22, 2010

Djakarta BlueJeans-ku

“aku suka bekerja seperti ini, melayani orang dengan baik membuat mereka tersenyum dan tertawa. Disitulah aku merasakan sebuah kebahagiaan, apalagi disaat mereka memuji kerjaan ku.”
“aku juga senang jalan-jalan berkeliling Jakarta, mencari kebahagiaan kecil dengan ngelihat aktivitas banyak orang…..
“Karena buat aku mengetahui sifat, perilaku dan emosi orang adalah modalku untuk kerja.”

Omongan yang keluar dari seorang waitress restoran, entah sejak kapan saya mengenal dia. Namun obrolan tersebut keluar begitu saja seolah kita sudah lama mengenal. Dia bercerita banyak hal mengenai tamu-tamunya, pengalaman yang sepele tapi dia bisa cerita dengan cukup menarik. Kemampuannya dalam meng-capture slice of life sangat luar biasa dan bisa menceritakannya kepada orang lain dengan baik.

Dia bercerita mengenai bagaimana, dia nyasar naik angkutan pertama kali pada saat datang ke Jakarta. Menceritakan hobinya yang klo lagi off dia pergi naik angkot, dan berkeliling dari satu terminal ke terminal lain. Satu hal yang menarik, yaitu dia selalu mengulang kata “little happiness”

Dan ada penggalan kalimat yang dia sampaikan membuat karakternya begitu kuat di mata saya.

“Aku suka banget berkeliling Jakarta , melihat aktifitas banyak orang, begitu juga dengan celana jeans kesayanganku ini.”
“Dia (celana jeans) selalu setia menemani aku mencari little happiness di pelosok kota Jakarta. Klo dia bisa bicara, dia akan bercerita banyak hal mengenai Jakarta….”
“Djkarta blue jeansku.”

Dia menggambarkan seluruh kehidupan Jakarta tertulis pada celana jeansnya, dan dia mengatakan jeans ini juga salah satu “little happiness”. Kehidupan serta padangan yang simple dalam mengejar sebuah kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Beda banget dengan omongan wanita-wanita executive yang mengejar karir dengan ambisi keras, jika ditanya buat apa kerja ampe malam-malam “ya buat mengejar segenggam berlian dan sebuah tas hermes.” Dan saya hanya bisa tersenyum mendengar jawaban itu.

Dan tulisan ini salah satu "little happiness" saya.

Friday, November 5, 2010

MOVEment is the new unconventional media


"Unconventional Media", mungkin kata tersebut bukanlah hal asing bagi mereka yang bekerja di advertising, graphic house dan creative agency lainnya. Bagi kebanyakan orang berusaha menelaah apa sih arti sebenarnya dari "unconventional media".
Ok sekarang kita berpikir apa sih "unconventional media" itu? Mungkin artinya media yang tidak biasa pada tempatnya, media yang aneh, atau media yang mampu membuat banyak orang membicarakannya. Setelah browsing di google "Unconventional media" selalu disangkutkan dengan guerilla marketing dimana salah satu pemahaman yang masuk akal adalah "The objective of guerrilla marketing is to create a unique, engaging and thought-provoking concept to generate buzz, and consequently turn viral"

Media yang seperti apa sih yang akhirnya disebut "unconventional media", apakah ini disebut unconventional media?.















Dulu kita mungkin akan setuju bahwa hal tersebut aneh, ini unik dan bisa salah satu media promosi yang akan diomongkan banyak orang. Atau lain hal seperti contoh ini.
Tapi kalau kita pahami lebih dalam mengenai "unconventional media" dimana selalu disangkutkan dengan guerilla marketing, bahwa konsep "Unconventional Media" lebih besar dan powerfull dari sekedar media-media diatas. Pemahaman "to create a unique, engaging and thought-provoking concept to generate buzz" seharusnya kita tidak hanya terpatok pada pembuatan media yang lucu dan aneh saja. Melainkan membuat sesuatu yang lebih besar daripada hanya sebatas media yang aneh dan lucu saja, mampu masuk diseluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan emotional bonding dan menginspirasi mereka.

OK seperti apa pemikiran besar dalam membuat "unconventional media" dan mampu menggerakkan masyarakat? MOVEMENT is the new unconventional media. Seperti kita lihat kampanye Anlene dengan 10.000 langkah-nya, Buavita dengan hari buahnya yang tempo hari sempet rame di twitter, Biskuat macan Indonesia mencari Atlet, Ibu&Balita dari Frisian Flag dan beberapa macam movement lainnya. Sadar atau tidak sadar campaign tersebut mampu menciptakan interaksi antara pemilik brand dan seluruh lapisan masyarakat sehingga terbangun emotional bonding yang kuat.

Di era internet dan social media seperti sekarang ini, sebuah movement menjadi lebih gampang diwujudkan dan lebih cepat menyebar kesemua kalangan. Seperti beberapa hari ini di twitter rame akan "prayforindonesia", sebuah pergerakan kepedulian terhadap musibah yang terjadi di beberapa tempat di indonesia. Dimana setiap orang memasang avatar prayforindonesia dan membuat hastag sebagai tanda mereka peduli terhadap bencana tersebut. Atau mungkin di jaman lebaran kemaren di twitter rame tentang #pulkam, sebuah movement dimana mereka men-sharing foto dan cerita disaat mereka mudik ke kampung halaman.

Banyak hal yang tiba-tiba menjadi trend dan dibicarakan oleh banyak orang di social media, dikarenakan karakteristik media internet yang saya menyebutnya dengan no boundaries. Berangkat dari beberapa orang membicarakan sesuatu dan tanpa sadar hal tersebut menjadi omongan banyak orang. Contoh case yang ga kalah fenomenal yaitu sinta dan jojo dengan video lipsync-nya di youtube.

Pertanyaannya bagaimana movement tersebut dapat dikatakan sukses, dan diikuti oleh banyak orang? Kalau kita buka buku yang menyangkut dengan komunikasi massa, menurut saya satu hal yang menyebabkan kenapa movement dapat berhasil dikarenakan kekuatan yang namanya majority. Majority yang didukung oleh social media membuat movement dapat terdeliver dengan cepat dan creating buzz di masyarakat.
Seperti buku tribes karangan seth godin yang membahas bagaimana seseorang dapat memiliki kekuatan dikarenakan memiliki followers banyak di twitter dan blogspot. Buku Tipping point karangan malcolm gladwell yang membedah kenapa brand Hush Puppies mendadak meledak, padahal brand tersebut hampir mati hanya dikarenakan sekumpulan anak muda mengenakan hush puppies dan terlihat cool.

Kira-kira 2 tahun yang lalu, saya selalu mengarahkan klien-klien untuk membuat movement daripada sekedar bikin print dan iklan TV. Mengalokasikan budget TVC ke movement yang lebih powerfull dalam menanamkan emotional bonding ke masyarakat. Sekarang banyak brand besar yang mengubah strategi komunikasi brand mereka, menggunakan media berjajar secara horisontal.

Jadi masihkah kita berpikiran sempit bahwa unconventional media hanya sebatas pada media yang aneh dan lucu saja namun tidak memiliki makna mendalam. New Unconventional Media yaitu sebuah pergerakan massa, yang mampu menembus emosional di setiap level followers-nya dan menggerakan pada satu tujuan.
make a movement not only to the extent of brand campaign.


Thursday, July 29, 2010

9 Conversational Capital.


Semalam abis bongkar tumpukan buku lama, tanpa sengaja melihat buku beyond buzz yang didalamnya penuh dengan coretan tentang konsep campaign dan apa yang bisa digunakan dalam berkomunikasi dengan konsumen sekarang. Buku yang menarik karangan louis kelly, membahas bagaimana sebuah opini, pembicaraan itu bisa terus tumbuh dan menyebar dibicarakan oleh banyak orang layaknya virus.


Pada kondisi sekarang dimana konsumen semakin kritis terhadap sesuatu, mereka semakin jeli dalam melihat produk dan brand yang sesuai dengan mereka. Perilaku mereka dalam mengkonsumsi media pun berubah, internet menjadi salah satu alternatif media untuk masyarakat kalangan menegah atas. Dengan hadirnya handphone china yang bisa akses FB twitter dan bla..bla..bla.. makin banyak lagi orang di level menengah yang bisa menikmati internet.
Bagaimana komunikasi sebuah brand terhadap konsumen yang kritis?, dimana mereka tidak bisa mengandalkan media-media tradisional. Sehingga diperlukan terobosan dalam menyentuh konsumen tersebut, WOM dan BUZZ serta community telah digembar-gemborkan menjadi salah satu cara efektif yang dapat menyentuh smart konsumen. Nah bagaimana WOM dan BUZZ tersebut dapat bekerja secara efektif? Terdapat 9 tema dan pokok pembahasan di dalam buku tersebut yang mampu menarik perhatian orang dan sering dibicarakan, oke ini yang akan saya share dibawah ini:

Aspirations (aspirasi, inspirasi) Bagaimana sebuah aspirasi dan kepercayaan dapat menjadi tema pembicaraan yang hangat dibicarakan oleh banyak orang?. Dimana sebuah aspirasi dipercaya sebagai big idea yang akan terwujud dan memberikan inspirasi kuat kepada orang lain, tentunya di dukung oleh relevansi yang cukup kuat.

Seperti kita dibuat percaya oleh sederatan story teeling ala film Hollywood, dimana emosi kita akan tertarik ke dalam dan hanyut terbawa di saat kita menonton film. Sebuah aspirasi diperlukan sebuah perusahaan dikarenakan dapat memiliki ikatan emosi serta dapat mentransfernya kepada konsumen.

Seperti kita lihat bagaimana cerita hellen keller mampu menginspirasi kita, steve jobs dengan produk applenya yang mampu mendobrak trend MP3 dengan model dan fitur yang user friendly. Tak tertinggal Honda yang menginspirasi serta mengedukasi kita tetang kebijakan penggunaan kendaraan bermotor ramah lingkungan, yaitu Honda Prius.

Avalanche About to Roll (trend baru yang akan berlangsung) Bagaimana trend berlangsung dan apa yang akan terjadi, menjadi salah satu tema yang cukup digemari dan ditunggu oleh masyarakat. Sesuatu yang besar dan akan terjadi selalu menjadi point interest, yang menarik untuk dibicarakan.

Google OS cukup menarik perhatian sehingga menjadi tema/topik pembicaraan yang sering dibicarakan orang di tahun ini, tak tertinggal perkembangan teknologi Blackberry yang selalu dinantikan terobosan-terobosan terbarunya.

David VS Goliath. (yang lemah melawan yang kuat)
Cerita David VS Goliath merupakan cerita klasik, dimana cerita tersebut masih menarik diceritakan di era seperti sekarang ini apalagi menyangkut hal bisnis. Bagaimana sebuah perusahaan kecil mampu bertahan dan mengalahkan perusahaan raksasa. Kasus Prita VS RS.Omni mungkin salah satu contoh cerita david VS goliath, dimana Prita sebagai david mampu mengalahkan RS Omni Goliath sebagai lawannya.

Mungkin beberapa contoh lainnya bagaimana kecap bango mampu menggerogoti kecap ABC sebagai market leader. Salamie yang terhimpit oleh brand-brand besar mampu keluar dari price war dan mengklaim produknya yang paling enak, akhirnya secara perlahan mampu merebut market share dari produsen mie instant raksasa.

Personalities (karakter personal) Tidak ada yang lebih menarik daripada cerita seseorang dengan segudang pengalaman hidupnya. Manusia senang sekali membicarakan pengalaman orang lain, personality yang baik akan membantu orang lain dalam memanage dirinya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bekerja.

Orang suka dengan personality orang lain yang mirip dengan dirinya atau mirip dengan idola impiannya. Seperti kita lihat bagaimana Dahlan Iskan menceritakan pengalamannya dia sakit, dan survive terhadap apa yang menimpa dirinya. Dengan tulisannya dia mampu menarik perhatian orang untuk membaca dan bersimpati. Cerita kesuksesan Bob Sadino yang dulunya bukan siapa-siapa menjadi kaya raya.

Banyak orang yang cukup terinfluence dengan tokoh-tokoh yang mereka anggap cocok bagi dirinya. Beberapa contoh lainnya seperti Annita Roddick, yang mengkomunikasikan bahwa produk-produk dari Bodyshop tidak mengandung animal testing. Dan bagaimana karakter dari Annita Roddick mampu mempengaruhi konsumen serta bukan konsumen Bodyshop untuk peduli terhadap lingkungan.

Atau mungkin kisah ariel dengan sederetan video pornonya bersama cut tari dan luna maya.

Anxieties. (Ketakutan)
Anxieties salah satu tema pembicaraan yang mempunyai kekuatan membuat masyarakat menjadi takutdan skeptic. Tema pembahasan yang mampu menyedot perhatian masyarakat namun mempunyai dampak membuat masyarakat menjadi resah.

Flu babi menjadi contoh yang cukup menarik untuk membahas fenomena anxieties dimasyarakat, dan bagaimana salah satu produsen Air Conditioner memanfaatkan fenomena tersebut untuk menjual produknya. Dan tak tertinggal masker yang sekarang banyak dibeli orang dengan tujuan pencegahan penularan flu babi. Contoh lainnya dari anxieties yaitu kejadian terror bom yang terjadi pada hotel Rich Carlton dan J.W Marriot, dimana pada saat kejadian banyak orang yang membicarakannya.

Counterintuitive/Contrarian
(melawan arus atau berbeda)
Contrarian perspektif sering kali menentang dari paradigm-paradigma lama yang dianut oleh kebanyakan orang secara turun temurun. (think out of the box)

Keberanian dari pandangan Contrarian mampu menarik perhatian masyarakat, sesuatu yang original dan relevan akhirnya mampu membuat contrarian mampu memprovokasi untuk menjadi pembicaraan yang berarti.

Bagaimana Iklan sabun DOVE mampu merubah paradigma, bahwa cantik itu tidak harus kurus tinggi langsing dan putih. Seperti pemahaman bahwa cantik itu kurus, langsing dan putih mampu didobrak bahwa sebenarnya yang terpenting adalah innerbeauty.

Fenomena Tukul dengan kesederhanaan dan keterbatasannya, jauh dari standar pembawa acara pada umumnya. Namun akhirnya sukses dan membuat ratting acara talk show tersebut melejit naik.

How To (bagaimana menjadi)

Teoritikal dan pemikiran yang prokatif itu baik, namun manusia suka dengan pemikiran yang pragmatis. Pemikiran How To dan bagaimana melihat, termasuk advise serta latihan-latihan. Memberikan manusia pemikiran pragmatis, membuat mereka mampu memecahkan permasalahan mereka. Pastikan bahwa ide itu fresh dan insightfull untuk dapat terlihat sehingga mereka dengan mudah akan mengingat dan membicarakannya.

Seperti kita lihat contoh, buku-buku yang menawarkan beberapa langkah menjadi kaya, beberapa langkah menjadi lebih bahagia. Buku 7 habbits, How of happiness, dll.

Seperti iklan rokok djisamsoe yang menunjukkan bagaimana orang mengkonsumsi rokok djisamsoe, mungkin dengan merobek tengah kotaknya.

Glitz and Glam (kehidupan yang glamor)
Kita selalu tertarik dengan cerita tetang selebritis dan pararel terhadap kehidupan industry entertainment yang glamor, yang membuat kita menjadi wanna be.

Glitz and Glam cukup menyenangkan dan menakjubkan unttuk dilewatkan, mereka memberikan banyak cerita untuk disampaikan kepada banyak orang.

Bagaimana trend fashion sekarang ditentukan oleh sebagian besar artis, baik luar maupun dalam negeri. Seperti kita lihat trend jam LEVIS yang warna-warni, mereka tidak pernah mengeluarkan iklan sedikitpun pada awalnya. Namun mereka berpromosi dengan mengendorse sebagian besar artis lokal Indonesia, dan tanpa sadar telah banyak artis yang menggunakan jam tersebut. Dan kita menganggap bahwa jam tersebut sedang trend, sehingga diburu oleh banyak orang. Mungkin juga seperti fenomena pakaian dalam Victoria secret yang mengendorse sebagian besar artis Hollywood.

Seasonal/event (acara dan season)

Membicarakan mengenai ide yang dihubungkan dengan event, adalah salah satu cara yang sering digunakan dan terbukti. Karena itu Seasonal merupakan salah satu topic yang lazim dibicarakan oleh banyak orang. Bagaimanapun juga itu adalah strategy jangka pendek dimana datang dan pergi begitu cepat, namun mampu menarik perhatian kebanyakan orang.

Seperti event 3 yang mengundang Manchester United untuk datang ke Indonesia, dan dalam waktu singkat dapat menarik perhatian banyak orang untuk pengen terlibat dalam event tersebut.

Dan yang bersifat lebih seasonal seperti hari-hari besar seperti puasa, lebaran, natal dan tahun baru, dimana mampu menarik perhatian banyak orang untuk dibicarakan di saat season itu sedang berlangsung. Tak tertinggal Surabaya Shopping festival yang mampu menarik perhatian orang belanja dan dibicarakan dimana-mana.

9 tema diatas adalah topic pembicaraan yang mampu menarik perhatian orang banyak untuk dibicarakan dan ditularkan kepada orang lain menurut louis kelly. Bagaimana kita dapat memanfaatkan 9 tema diatas untuk mempromosikan produk kita dan menjadi point of interest untuk dibicarakan oleh banyak orang.

Sunday, July 25, 2010

Brand building with inception way.



Setelah kemaren menyempatkan menonton inception, akhirnya tahu juga kenapa film ini banyak orang bilang bagus. Beberapa teman bercerita tentang sisi menarik mengenai film ini, ada juga teman yang berkomentar mengenai sosok pemeran utama yang semakin matang di tiap film2 yang dia bawa. Tapi dengan tulisan ini saya tidak bahas secara mendalam mengenai film dan teknisnya, karena banyak banget bloger yang membahas jauh lebih bagus.

Ok, berangkat dari ide sederhana yang pasti tiap manusia pernah mengalaminya di setiap mimpinya. Entah itu mimpi jatuh dari ketinggian, mimpi yang berlapis dan mimpi yang terkadang disaat kita bangun merasa lelah karena kita merasa berlari disaat tidur.

Yang lebih menarik dari film ini kalau para marketer, pembuat iklan, jago2 komunikasi dan sebagainya jeli pasti akan menyukai ide dasar dari film ini. Dimana kita bisa mempengaruhi alam bawah sadar orang lain untuk menggunakan produk atau brand kita secara loyal. Merubah mindset manusia akan sesuatu, membuat mereka tidak memiliki alasan logis untuk memilih brand/produk tertentu. Memilih sebuah brand tanpa mengetahui awalnya (inception) dan terjadi secara berulang-ulang begitu saja. Tanpa sadar mereka telah terjebak terlalu dalam terhadap mindset alam bawah sadar mereka sendiri terhadap sebuah brand, dan akhirnya tidak dapat melihat secara obyektif mana produk yang bagus dan jelek. Christopher Nolan berusaha menyampaikannya dengan detail dalam film inception bahwa pemikiran manusia itu berlapis. Diperlukan persiapan yang matang (marketing strategi) dan waktu bertahun-tahun (inception: 5menit didunia nyata=seminggu di dunia mimpi) untuk merubah mindset manusia.

Pertanyaan apakah hal tersebut dapat dilakukan? kalau hal tersebut dapat dilakukan pasti para marketer sekarang ini akan berlomba-lomba melakukan perjalanan mimpi.

Di beberapa buku marketing/branding yang berusaha menjelaskan secara ilmiah, ambil contoh lovemark. Dimana manusia itu "drive by emotion not by reason" berusaha dijelaskan bahwa jika kita mampu menyentuh sisi emosi dari tiap individu, brand kita akan keluar sebagai pemenang di persaingan yang ketat. Kalau tidak salah ingat di era 80-90 pada industri musik, pernah terjadi hal yang hampir sama seperti diatas. Yaitu mempengaruhi alam bawah sadar mereka (psikologi massa) melalui musik, dimana mereka dipengaruhi untuk membeli merchandise dari band tersebut. Entah itu benar atau urban legend tapi hal itu pernah menjadi perdebatan yang panjang di industri musik.
Ok hal lain mungkin terjadi di industri film, kalau diperhatikan disaat kita melihat film ada adegan-adegan yang tanpa sadar dicekoki dengan brand. Seperti adegan disaat pemeran utama melihat jam tangan, kita akan melihat dan merasa "wah jam tangannya keren banget ya, beli dimana tuh?". Objek itu tersimpan di alam bawah sadar kita sebagai refrensi (inception:ide dasar itu akan susah hilang dari ingatan kita). Disaat kita jalan dan ingin membeli jam tangan tanpa sadar kita akan memilih jam tangan itu tanpa kita tahu awalnya dimana, kenapa kita membeli jam itu yang kita sendiri tidak ingat melihatnya dimana. Terkadang pun alam bawah sadar mereka menolak sebuah "ide" jika kondisi tersebut tidak masuk akal secara nalar. Mereka memiliki pertahanan pemikiran dari "refrensi" yang pernah mereka alami di tempat lain.

Penanaman persepsi tentang sebuah brand bisa dilakukan dimana saja, dan kapan saja tanpa kita sadari dengan cara apapun termasuk memasang iklan sekalipun. Dimana persepsi tersebut kita ulang secara terus-menerus dan mampu menyentuh emosi dari alam bawah sadar konsumen, maka mereka akan memilih tanpa tahu awalnya bagaimana kenapa mereka memilih brand tersebut.