Rabu, 19 Agustus 2009
persahabatan peter dan tina
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.
Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."
Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"
Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"
Peter: "Baiklah... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."
Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"
Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"
Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)
Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.
Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.
Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.
Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.
Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.
Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.
15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.
15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.
Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.
23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya.
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Jumat, 31 Oktober 2008
Parto dan Susi
Parto merupakan salah satu hansip teladan di perumahan itu, disaat hansip lain tertidur karena angin malam berhembus. Si parto malah berkeliling perumahan dengan sepeda motornya.
Tubuh yang kekar dan perilakunya yang santun, membuat Parto terkenal di kalangan PRT. Banyak wanita yang ingin sekedar mengobrol atau bahkan berharap menjadi pendamping si Parto.
Susi yang bekerja sebagai suster di salah satu rumah sekaligus primadona di kalangan hansip, mampu menarik perhatian si Parto.
Parto sangat mencintai keberadaan susi. Semua keinginan Susi, Parto berusaha memenuhinya.
Mulai dari pacaran di warung nasi goreng ampe jalan2 ke pasar malam.
Mulai dari membelikan jepit rambut ampe handphone.
Karena parto bener-bener menyayangi Susi segala permintaannya dituruti. Walaupun gaji Parto sebenernya ga terlalu besar untuk memenuhi kebutuhan susi. Seperti rengekan Susi meminta Parto mengganti Hpnya. Karena parto sayang Susi, dibelinya HP baru buat Susi dengan mencicil. Cicilan selama setahun cukup meringankan hidup Parto, dengan menyisihkan Rp 100.000 tiap bulannya Parto bisa membahagiakan Susi dengan HP barunya.
Lewat 6 bulan disaat cicilan HP belum lunas, Susi merengek kembali pada Parto meminta dibelikan kalung emas. Karena Parto sayang Susi, diajakin Susi ke toko emas dibelinya sebuah kalung emas dengan cicilan selama 6 bulan.
Disaat cicilan HP dan emas mau habis, si Susi merengek kembali kepada Parto minta dibelikan DVD buat di kamarnya. Akhirnya karena parto sayang Susi dibelinya tuh DVD dengan cicilan pula yang ramah dikantong.
Setelah 3 bulan Si Susi bertanya kepada Parto.
SUSI ; ”mas Parto, cicilan DVDnya Susi masih lama ya?”
Parto : ”iya Sus, emangnya kenapa?”
Susi : ” masih berapa bulan lagi mas?
Parto : ”klo lancar, yach kira-kira masih 9 bulan lagi.”
Susi : ” wah masih lama ya mas?”
”berarti pacaran ama mas Parto kontraknya masih lama dong.”
Cinta Parto bertahan dengan Susi karena cicilan.
”Cintaku bertahan karena cicilan.”
Kamis, 04 September 2008
Gudang Garam Merah part 2
Akhirnya iklan lanjutan dari Gudang Garam Merah (GGM) beredar juga di TV. Meskipun saya rada telat sie membahas iklan GGM versi kedua, soalnya udah hampir sebulanan iklan itu tayang di TV.
Karena kalau saya perhatikan di masyarakat umum ternyata perokok GGM, adalah orang-orang yang sudah berumur dan memiliki behaviorial yang konservatif.
Jumat, 01 Agustus 2008
Selamat malam kawan.
Teman lama yang tidak pernah terdengar kabarnya tiba-tiba menyapa melalui YM. Hampir 2 tahun saya menunggu kesempatan berbicara lagi dengan dia akhirnya tersampaikan juga. Cewek super sibuk dengan level menager di salah satu bank besar di Indonesia. Sesaat pula pikiran saya terlempar ke beberapa tahun silam, dimana kita selalu berada di tempat dan waktu yang sama. Sepulang kerja mengobrol, ditemani sebungkus rokok dan segelas mocha panas.
Seorang Manager masih menganggap dirinya tidak bisa apa-apa?
Padahal saya pikir dia memiliki kehidupan ”sempurna” yang di-impikan hampir setiap orang di Indonesia. Hidup mapan dan serba berkecukupan, Apartment dan mobil mewah pun siap mengantar kemana pun dia pergi. Tapi entah kenapa dia merasa dirinya kosong, tidak berguna, dan selalu merasa kurang.
Belakangan baru saya tahu, dia hidup di lingkungan orang-orang pintar dengan segunung ambisinya. Selalu merasa bahwa hidup adalah sebuah pertarungan yang harus dilalui dengan berdarah-darah. Lingkungannya yang memaksa dia untuk bekerja lebih keras, dan menjadi super woman.
Semakin keras dia bekerja, semakin jauh pula dia dengan hatinya. Semakin jauh dia dengan perasaannya sebagai manusia. Hidup tanpa perasaan seperti robot di negeri antah berantah. Kesibukannya membuat dia tidak sempat menikmati kehidupannya sebagai seorang wanita.
Pada satu titik dia merasa tidak punya siapapun untuk berbagi, bercerita dan tertawa. Bukan hanya sekedar teman yang bisa menemani disaat susah, melainkan dia membutuhkan lebih dari teman untuk bisa berbagi kebahagiaannya. Akan sangat menyedihkan disaat dia bahagia, dan dia tidak tahu harus berbagi kepada siapa.
Seorang gadis rapuh yang berusaha tegar dan berusaha menjadi super woman di Ibukota. Mengejar ambisi dengan bekerja dan terus bekerja.
Lingkungan dan waktu telah merenggut hati dan karakternya.
Orang yang sama, tapi bukan dia yang dulu.
Kamis, 26 Juni 2008
Membagun image perusahaan melalui customer service
Di jaman sekarang ini dimana hampir semua perusahaan mengatakan servis adalah hal yang utama dalam menjalankan bisnisnya. Konsumen ditempatakan di posisi tertinggi, dengan mengatakan konsumen adalah raja jadi harus kita layani dengan hati, dengan senyuman dan sebagainya dah. Pokoknya servis merupakan senjata utama dalam menaklukan konsumen setelah promosi, kata petinggi-petinggi di perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Dipasang juga tuh gede-gede poster empowerment di dalam ruangan kantor, yang menjabarkan bagaimana kita menservis konsumen dengan baik. Tidak hanya poster para pegawai pun dilengkapi dengan aksesoris pin yang disematkan di seragam kantor mereka, dengan contoh tulisan ”anda akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dari kami.”Tiap pagi hari sebelum bekerja mereka dibekali dengan berbagai macam omongan, mulai dari apa itu devinisi servis dan beberapa cerita-cerita orang sukses yang dikarenakan pekerjaannya bagus.
Wah berarti memang servis sudah menjadi salah satu strategi penting perusahaan dalam mempertahankan imagenya sebagai perusahaan yang...........
Beberapa seminar marketing pun mengatakan sekarang era-nya customer centric. Bahwa sekarang semua berpusat di konsumen, bagaimana bisa lebih memahami konsumen bukan hanya terbatas pada produk bagus dan konsumen puas. Beberapa praktisi marketing terkenal pun mulai mengatakan sekarang eranya Human centric, saya kurang paham apa itu maksudnya human centric tapi tingkatannya lebih tinggi dari customer centric. Bahwa mereka (konsumen) ingin dimengerti dan dipahami secara individu atau personal.
Walaupun servis merupakan salah satu strategi dalam membangun image, tapi kenapa ya? Beberapa kali saya bertemu orang (konsumen), banyak komplain dilontarkan terhadap orang-orang di jajaran depan perusahaan (customer service) dikarenakan servis yang kurang memuaskan. Beberapa keluh kesah konsumen terhadap ketidakpuasan mereka terhadap sebuah perusahaan pun dilontarkan di rubrik media cetak.
Timbul pertanyaan besar di kepala saya,
”Aneh ya, tidak tahu product knowledge kok bisa jadi CS?”
”Perusahaan besar kok tidak profesional dalam menjalankan bisnisnya ya?”
”Sebuah perusahaan besar di indonesia tidak bisa men-training karyawannya dengan baik?”
Dalam kasus ini perusahaan tidak bisa disalahkan seratus persen, karena perilaku beberapa karyawannya dijajaran depan. Mungkin perusahaan pun telah membuang uang puluhan juta bahkan ratusan juta, guna men-training dan menciptakan tenaga kerja profesional yang memahami budaya perusahaan. Tapi siapa yang tahu kondisi emosi tiap-tiap karyawan, bagaimana mereka (karyawan) bisa mempertahankan emosinya jika berhadapan dengan konsumen.
Jadi yang harus diperhatikan adalah, bukan bagaimana men-training karyawan tentang servis yang baik. Bukan rangkaian training yang membosankan dan menjadikan karyawan tertekan. Jika kita melakukan hal tersebut (training) yang kita ciptakan hanya robot-robot pekerja, dan bekerja justru tanpa menggunakan ”hati”. Lah kok bisa? Jelas, karena yang mereka lakukan hanya service template. Mereka melayani konsumen hanya berdasarkan apa yang mereka dapat waktu training, sehingga tercipta sebuah pola "yang baik" dalam men-servis konsumen.
Yang perlu kita lakukan dan perhatikan adalah, bagaimana kita bisa memberikan pandangan terhadap karyawan tentang servis dengan pendekatan secara emosional. Yaitu bagaimana menjadi dirimu sendiri dalam melayani orang lain seperti kamu melayani orang yang kamu cintai.
Minggu, 22 Juni 2008
Rabu, 11 Juni 2008
Creative = Idea ?
Dulu pada waktu saya kuliah sampai beberapa bulan yang lalu, yang ada di kepala saya tuh seorang art director tuh harus jago ngonsep…. Ide… ngonsep…. Ide lagi…. Ngonsep lagi….. Tapi klo dipikir ulang pemahaman darimana tuh? (dosen atau saya sendiri.)
”pokoknya klo mo jadi art director harus jago ngonsep!”
”kreatif! Dan bisa bikin iklan keren terus menang award.”
Ga peduli ama lainnya dah, strategi dan tetek bengek lainnya.
Pikiran lo SEMPIT Yan!!!
Ternyata konsep yang saya angkat di kasta paling tinggi, ternyata salah kaprah. Konsep waktu itu yang ada kepala saya hanyalah ide... ide... dan ide....
Tapi ide sebagus apapun ga akan berguna, klo ga bisa mempresentasikan ke CD. Atau yang lebih penting adalah bagaimana kita men-Direction ide kita dengan benar.
Nah lo bingung kan?
Ternyata ada 5 hal yang harus dimiliki seorang Art director dalam berkarier di bidang advertising.
Creating Direction
Klo menurut pendapat saya yaitu dapat berpikir strategis dan mencerna permasalahan dengan baik menemukan solusi tak tertinggal menjawab permasalahan. Creating Direction bukan hanya untuk mengeluarkan ide-ide yang award wining, tapi bagaimana memecahkan permasalahan dalam memperkuat brand dan sebagainya. Bagaimana pikiran-pikiran strategis tersebut mampu menjawab kebutuhan Brand dan sebagai jembatan komunikasi antara Brand dan konsumen untuk jangka waktu yang lama. (brand building)
Art director yang baik harus peka dengan lingkungan sekitar, mampu melihat sesuatu yang luput dari pandangan manusia normal dan me-rycyle menjadi sesuatu yang cemerlang. Kayanya ga hanya Art director aja deh tapi semua pekerja kreatif.
Hehehehe.
Idea di atas, saya sebutkan sebagai poin yang terpenting dulunya. Bekal untuk menjadi art director handal, idea harus ngucur terus kaya pancuran air ternyata salah Setiap orang mempunyai ide-ide yang gila. Setiap hari saya membuka adsoftehworld banyak banget print ad yang bagus, mulai dari ide hingga eksekusinya. Tapi disini ide yang bagus bukan yang award wining naik panggung megang metal, tapi ide yang sesuai dengan directionnya. Tentunya dengan pemikiran-pemikiran strategis dalam berkomunikasi terhadap audiencenya.
Crafting
Ini dia nie! Ternyata crafting bukan hanya sekedar seberapa jago kita menggunakan software desain utak-atik sini utak –atik sana. Crafting tuh soal perasaan, seberapa peka kita terhadap pekerjaan kita. Ternyata banyak hal yang harus dimengerti dan dipahami dalam meng-crafting. Intinya seorang Art Director harus tau idenya mo dieksekusi seperti apa agar hasilnya memuaskan.
Communicating & Convicing
Klo di point ini mungkin gampangnya seperti ini, saya juga pernah menulis di posting lalu. Percuma punya ide bagus, fresh dan brilian klo kita ga bisa ngomongnya ato meyakinkan ke orang lain bahwa ide kita tuh bagus. Apa hasilnya klo orang lain ga paham ma ide kita, ya udah gososng aja tuh ide tanpa pernah tereksekusi.
Ternyata banyak hal yang masih harus saya pelajari. Semoga berguna nie sharingnya.
Selamat malam



